Hai, nama saya Nazhif Hilmi Kistijantoro dari kelas 8D absen 28 panggil saya Nazhif aja, saya akan cerita tentang sekolah online. Awal-awalnya saat diberitahu ada sekolah online dan harus bangun pagi itu sedih. Karena harus bangun pagi dan kalau di rumah itu bawaannya pengen males-malesan. Tapi lama-kelamaan terbiasa sih dan ternyata tidak separah itu sekolah online. Malah lebih seru karena bisa ketemu teman-teman walupun secara virtual.
Saya inget banget saat diberitahu sekolah diliburkan 2 minggu, saya langsung senang banget ada liburan dadakan. Eh taunya diperpanjang, katanya "sampai virusnya mereda". Dikirain "sampai virusnya mereda" itu cuma sebulan, eh taunya sampai sekarang masih parah dan kita jadi harus bertapa di rumah sampai berbulan-bulan. Untung ada sekolah online jadi tidak bosen-bosen amat.
Balik ke topik, jadi sehari sebelum sekolah online itu aslinya saya takut kesiangan. Jadi, saya tidurnya lebih pagi dari biasanya (sekitar jam 10 malam). Untungnya, saya bangunnya tepat waktu dan bisa mengikuti pelajaran tanpa telat. Masalahnya itu saat ada sistem absen, saya selalu lupa untuk absen sampai sekarang. Jadi saya absennya telat, malah saya pernah ga absen sama sekali untuk 2 hari pertama. Tapi untungnya sekarang sudah agak terbiasa dan berkurang telatnya.
Walaupun awal-awal sekolah online bawaannya males, tapi lama kelamaan seru juga. Jadi tidak bosen terus dirumah dan bisa chat teman juga.
Walaupun seru, tapi tetap ada kekurangannya. Contoh yang paling parah itu mata, punggung dan kepala pusing. Saya kalau sudah di depan layar laptop untuk 2 jam lebih itu saya langsung pusing dan punggugnya pegel banget. Ingin tiduran tapi nanti tidak masuk kamera. Kalau masalah mata saya tidak merasakan adanya masalah. Tapi, banyak yang merasakannya.
Walaupun awal-awal sekolah online bawaannya males, tapi lama kelamaan seru juga. Jadi tidak bosen terus dirumah dan bisa chat teman juga.
Walaupun seru, tapi tetap ada kekurangannya. Contoh yang paling parah itu mata, punggung dan kepala pusing. Saya kalau sudah di depan layar laptop untuk 2 jam lebih itu saya langsung pusing dan punggugnya pegel banget. Ingin tiduran tapi nanti tidak masuk kamera. Kalau masalah mata saya tidak merasakan adanya masalah. Tapi, banyak yang merasakannya.
Kekurangannya banyak, tapi kelebihannya juga banyak. Contohnya kita masih bisa saling tatap muka walaupun beda tempat, di rumah jadi ada kerjaan dan yang paling penting kita bisa tetap sekolah tanpa membahayakan orang lain.
Sekarang sih saya sudah terbiasa. Malah saya lebih suka sekolah online karena lebih banyak free time. Tapi, menurut saya sekolah online itu belajarnya lebih tidak fokus daripada sekolah biasa. Karena kalau sekolah biasa itu tidak ada gangguan seperti handphone, laptop dll. Sekolah online juga jadi jarang ketemu teman, kalau sekolah biasa kan ketemu sama teman.
Itu saja cerita dari saya. Makasih.
Komentar
Posting Komentar